Recent Posts

src="http://i.imgur.com/LA9Lg.gif" alt='create your own banner at mybannermaker.com!' border=0 />
Copy this code to your website to display this banner!
SELAMAT DATANG DI PERSIB BANDUNG 1933, MENGULAS BERITA HANGAT, TERSAJI DALAM SITUS PERSIB BLOGSPOT, No. 1 DI INDONESIA !!! PLEASE ENJOY...!!!

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Menanti Kebangkitan Gonzales di Persib

Bandung - Selama berbaju Persib Bandung, karier penyerang asal Uruguay Cristian Gonzales memang tak sementereng musim-musim sebelumnya ketika berhasil membawa PSM Makassar menjadi runner up Liga Indonesia tahun 2003 dan meraih gelar juara Liga Indonesia 2006 bersama Persik Kediri.

Bahkan koleksi gol pemain berjuluk El Loco musim ini pun terbilang paling minim. Ia baru mencetak enam gol dari 17 laga. Pada musim lalu pun dari 31 pertandingan Gonzales hanya bisa mencetak 18 gol. Musim ini Gonzales baru melesakkan bola ke gawang Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Bontang FC, Sriwijaya FC, Persijap Jepara dan Pelita Jaya.

Tak bisa dipungkiri, ketajaman Gonzales seiring usia yang bertambah tua memang semakin berkurang. Bila dilihat pada masa-masa kesuksesannya, rata-rata dalam satu musim pemain kelahiran Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976 ini mampu mengemas lebih dari 25 gol.

Bahkan Gonzales juga mencatatkan diri sebagai striker tersubur Liga Indonesia. Ia pernah menjadi top skor liga Indonesia 4 musim berturut-turut yaitu pada tahun (musim) 2003/2004 (27 g0l), 2005/2006 (30 gol), 2006/2007 (32 gol), 2007/2008 (26 gol) dan pada musim 2008/2009 dengan koleksi 28 gol.

Prestasinya semakin mengkilap sejak tahun 2006, ia sempat menjadi pemain termahal Liga Indonesia dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar. Ia juga sempat masuk nominasi pemain terbaik Asia.

Ya, bomber Persib Bandung ini memang memiliki karier sepakbola yang menarik. Namun, saat memulai karier di negara kelahirannya Uruguay, pemain yang memiliki nama Islam, Mustafa Habibi ini ternyata sangat minim melesakkan gol. Ini sangat kontras saat dirinya berlabuh pertama kali ke Indonesia sejak 2003 silam. Bahkan saat berkostum timnas, Gonzales langsung membukukan dua gol.

Terlahir di ibu kota Uruguay, Montevideo, Gonzales mengawali karier di tim Sud America. Ia ditugaskan sebagai gelandang serang. Namun, siapa menyangka bila pemilik nomor punggung 99 di Persib ini paceklik di negerinya sendiri.

Dari empat klub berbeda di kampung halamannya, pria berusia 35 tahun ini minim sekali mendulang gol. Total 38 penampilan, Gonzales hanya berhasil mencetak dua gol. Saat itu kariernya dimulai sejak 1995 hingga 2003.

Bersama Sud America pada tahun 1995 dia hanya tampil sekali dan tidak mencetak gol. Saat Sud America meminjamkannya ke Huracn Corrientes (1997-1999) dengan status pinjaman, Gonzales hanya tampil sebanyak 3 kali dan bahkan tidak mencetak gol.

Setelah masa pinjaman yang cukup lama, Gonzales akhirnya beberapa kali dipercaya sebagai starter. Dia tampil sebanyak 12 kali dan mencetak 1 gol di Sud America. Akhirnya pada tahun 2000, Gonzales memutuskan pindah ke klub Deportivo Maldonado. Di klub tersebut, ia tampil sebanyak 22 kali dan mencetak 1 gol.

Nasib El Loco kala itu belum menemui apa yang diraihnya seperti saat ini. Bahkan tidak tanggung-tanggung, kini Gonzales semakin populer lewat kehadirannya menghiasi layar kaca melalui iklan maupun bermain sebagai aktor dalam sebuah tayangan sinteron.

Tidak ada yang bisa memungkiri, sepanjang sejarah kompetisi sepak bola Indonesia Gonzales memang menjadi yang tersubur. Sebanyak 202 gol telah dia ciptakan selama tujuh musim di kompetisi Liga Indonesia. Empat musim berturut-turut menjadi top skor (2003-2008) serta menjadi top skor bersama di musim 2008/2009, ditambah top skor Piala Indonesia 2010 sudah cukup melambungkan namanya di seantero Indonesia.

Hingga pada 1 November 2010 yang lalu. Gonzales mengubah status kewarganegaannya menjadi WNI. Paspor Indonesia baru bisa diperoleh Gonzales setelah 5 tahun tak pernah kembali ke Uruguay.

Gonzales juga telah menikah dengan seorang wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Ia dianugerahi 4 orang anak, 2 dari pernikahannya dengan Eva (Fernando dan Florencia) dan 2 lagi dari pernikahan Eva sebelumnya (Amanda dan Michael).

Bersamaan dengan itu, Gonzales juga diberi kesempatan memulai debut sebagai anggota timnas Indonesia melawan Timor Leste dan langsung mencetak dua gol. Selanjutnya, ia masuk sebagai anggota inti Timnas Indonesia pada kejuaraan Piala AFF 2010 dan mengantarkan tim merah putih tembus ke semifinal berkat dua golnya ke gawang Filipina.

Namun sekembalinya ke klub Maung Bandung, performa Gonzales menukik drastis. Penampilan Gonzales bersama Persib belum terlalu garang seperti saat bersama timnas, atau tim lainnya di musim-musim sebelumnya. Bahkan, saat ini ia kerap duduk dibangku cadangan, kalah bersaing dengan para pemain muda Persib macam Airlangga Sutjipto maupun Matsunaga Shohei. Meski Daniel menampik pilihannya memasukkan nama Airlangga mengantikan posisi Gonzales lantaran didirnya kalah bersaing.

Menurutnya, permasalahan Gonzales hingga produktivitas golnya menurun lantaran ia belum menemukan kekompakan antarlini, sehingga pemain bernomor punggung 99 ini sulit mendapatkan bola matang.

“Soal menurunnya produktivitas gol Gonzales, memang berkaitan dengan kemauan dia. Tugas saya sebagai pelatih, yaitu terus berusaha untuk membangkitkan kemauan dan kepercayaan dirinya. Namun, persoalan ini juga saling keterkaitan, antara lini belakang, tengah dan depan. Jadi, kita tak bisa menyalahkan lini depan saja,” kata Daniel.

Daniel juga tak mau menyebut masa keemasan Gonzales bersama Persib telah habis. Pelatih asal Rembang ini masih tetap yakin mampu mengembalikan performa terbaik Gonzales. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan latihan, Daniel mengaku sering memotivasi suami Eva Siregar ini.

"Hasilnya setelah saya melakukan banyak pembicaraan, dia bisa kembali mencetak lebih dari 10 gol dalam latihan. Mudah-mudahan saja di pertandingan ke depan dia bisa menunjukkan kembali performa terbaiknya. Karena saya yakin dia belum habis," terang Daniel.

Pada laga kandang Persib ketiga putaran II Liga Super Indonesia 2010/2011, Gonzales bakal mendapat kesempatan diturunkan saat Persib menjamu Bontang FC, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011). El Loco bakal dipasangkan dengan Airlangga Sutjipto di lini depan.

Skenario tersebut sudah tergambar pada dua kali sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung. Daniel kembali menggelar game internal dengan mempertemukan tim calon "starter" dengan tim cadangan.

Seperti pada game internal yang digelar sehari sebelumnya, Daniel memasang skema 4-4-2 untuk tim inti dengan komposisi pemain Cecep Supriyatna (kiper), Maman Abdurahman, Abanda Herman, Isnan Ali, Gilang Angga Kusuma (belakang), Eka Ramdani, Miljan Radovic, Hilton Moreira, Matsunaga Shohei (tengah), Airlangga, Cristian Gonzales (depan).

"Saya lihat performa Gonzales dalam latihan semakin membaik, setelah sebelumnya dia mengalami cedera. Kini dia punya motivasi lebih, mudah-mudahan saja besok (lawan Bontang) dia bisa kita maksimalkan," harap Daniel.

Sementara Gonzales sendiri memang sudah sangat berharap pelatih kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk diturunkan lawan Bontang FC setelah di tiga laga sebelumnya melawan Persiwa Wamena, Persipura Jayapura dan terakhir Arema Indonesia, nama Gonzales tidak dimasukkan dalam daftar 11 pemain inti Persib.

Striker Persib ini rupanya masih berambisi mencetak banyak gol bagi timnya. Meski Gonzales sendiri mengakui persaingan di tubuh Maung Bandung semakin ketat, ia menolak jika disebut ketajamannya sudah hilang. Gonzales akan bangkit dan bakal kembali meramaikan persaingan di lini depan Persib. Dalam keterpurukan, ia masih menyakini naluri mencetak golnya belum habis.

"Dalam sepakbola hal seperti ini sudah biasa dan saya juga tidak pernah frustrasi dengan keadaan ini. Performa pemain tidak selamanya baik. Dan saya juga tidak mempermasalahkan soal posisi saya digantikan Airlangga, toh dia memang pemain bagus," ungkap Gonzales seusai latihan, di Stadion Siliwangi, Rabu (6/4/2011).

Pemain bernomor punggung 99 ini mengakui, di Persib memang banyak pemain hebat dan mereka sudah mulai unjuk gigi. Semuanya berlomba menampilkan performa terbaik agar dipercaya tampil oleh pelatih, dan itu sangat baik bagi perkembangan tim.

"Semua pemain sudah berusaha menampilkan permainan terbaik untuk Persib, begitupun saya. Saya juga tidak tahu besok lawan Bontang FC diturunkan atau tidak. Yang pasti saya akan terus berusaha menampilkan yang terbaik jika dipercaya pelatih bermain besok," jelasnya.

Akankah Gonzales mampu membuktikan kembali ketajamannya bila dipercaya Daniel berduet bersama Airlangga di lini depan Maung Bandung saat bersua dengan tim berjuluk laskar Bukit Tursina, Sabtu (9/4/2011) nanti? Apakah El Loco juga mampu menutup dengan manis kariernya di musim ini bersama Maung Bandung? Tunggu saja kiprahnya di sisa laga putaran kedua.


Source : inilahdotcom 

Pemain Persib Harus Bisa Saling Tutupi Kekurangan

Bandung - Perubahan pola permainan yang diterapkan pelatih Daniel Roekito menjelang laga melawan Bontang FC Sabtu (9/4/2011) diharapkan mampu membawa dampak positif bagi Persib.

Mantan pemain Persib di era 90-an Dede Iskandar menyarankan, para pemain Persib dapat saling menutupi kekurangan.
Menurut Dede, saat ini materi yang dimiliki Maung Bandung sama dengan Persib beberapa tahun silam, saat dia masih memperkuat klubnya tersebut. Dede mengatakan, saat itu para pemain Persib saling menutupi kekurangan salah satu lini mereka.

“Saat pertandingan bila ada sektor yang kosong, ada pemain yang berinisiatif menutupinya. Jadi kami saling cover,” tutur Dede saat dihubungi, Kamis (7/4/2011) malam.

Dede mengungkapkan, sejak dulu Persib memang selalu bermain dengan menerapkan taktik 3-5-2. Menurutnya strategi yang dahulu diterapkan pelatih Nandar Iskandar tersebut cukup efektif. “Memang sempat beralih menjadi 4-4-2 tapi karena kurang maksimal akhirnya kembali ke 3-5-2,” kenang Dede.

Pelatih Daniel Roekito akan menerapkan formasi 4-4-2 dengan empat pemain belakang sejajar untuk menghadapi Bontang FC pada lanjutan laga Liga Super Indonesia (LSI) Jumat (9/4/2011).
Menurut Dede, strategi 3-5-2 yang telah diterapkan oleh pelatih Daniel Roekito sebelumnya telah berjalan dengan cukup baik. Menurutnya, perubahan strategi ini tidak akan terlalu mempengaruhi permainan dan bisa saja diterapkan dengan baik, hanya saja akan ada perubahan dalam pola permainan.


 Source : inilahdotcom

Persib tak Pernah Kalah dari Bontang FC

Bandung - Pertemuan Persib Bandung kontra Bontang FC, ternyata lebih berpihak pada Maung Bandung. Dari empat pertemuan di Bandung, Persib belum sekalipun terkalahkan oleh tim asal Kalimantan Timur ini.

Tren positif itu ternyata tidak hanya dirah Persib di kandangnya. Di Stadion Mulawarman Bontang pun, Persib memiliki rekor yang sama, tak pernah kalah. Meksi kemenangan tersebut diraih Persib dengan susah payah, karena Bontang FC selalu memberikan perlawanan sengit.

Jamuan pertama Maung Bandung atas tijm Lakar Bukit Tursina ini terjadi pada Liga Indonesia (LI) IX/2003. Ketika itu, tim kebanggaan warga Jabar ini hanya mampu menang tipis 1-0 lewat gol Suladi pada menit 18.

Pada musim berikutnya, LI X/2004, Persib langsung menunjukan keperkasaan dikandangnya, tiga gol berhasil disarangkan Alejandro Tobar, Julio Lopez, dan Imral Usman, meski sebelumnya Persib sempat tertinggal 1-0 oleh gol Camara Fode pada menit 13. Hingga pertandingan usai skor tidak berubah 3-1 untuk kemenangan Persib.

Selanjutnya pada Liga Super Indonesia (LSI) edisi pertama 2008-2009, Persib kembali unggul 2-1, melalui gol Lorenzo Cabanas dan Hilton Moreira, dan satu gol balasan sempat mengejutkan kubu tuan rumah oleh penyerang muda Bontang FC, Titus Bonay yang kini telah berkostum Persipura Jayapura, sebelum akhirnya Hilton mampu membawa Persib unggul di menit akhir pertandingan.

Bahkan pada musim lalu, Bontang FC nyaris saja menghentikan tradisi kemenangan Maung Bandung, lewat gol kejutan pemain asal Jepang Kenji Adachihara. Beruntung, Persib mampu membalasnya di babak kedua lewat gol Cristian Gonzales dan Hilton pada menit 74 dan 83.

Ya, kemanangan Persib atas tim yang kini ditanggani Fachri Husaini ini memang selalu sulit dilalui, meski akhirnya Persib mampu meraih kemanangan. Namun, pada laga Sabtu (9/4/2011) malam di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, apakah Persib mampu mempertahankan tradisi kemenangan tersebut? Menarik untuk disaksikan.

Sebab, sedikitnya Persib memang memiliki modal untuk memperpajang rekor kemenangan atas Bontang FC di Bandung. Setelah pada kunjungan pertamanya musim ini di Stadion Mulawarman Bontang, Persib berhasil mencuri tiga poin lewat gol semata wayang Gonzales menit 81.

Bahkan pelatih Persib Daniel Roekito pun sudah menyiapkan startegi jitu untuk merebut tiga poin sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Persib saat menjamu Bontang FC.

"Yang pasti anak-anak saat sudah sangat siap untuk meraih kemenangan, karena kita bermain di kandang sendiri. Tetapi kita tetap tidak akan menganggap enteng lawan, Bontang FC tetap sebagai tim yang harus kita waspadai," jelas Daniel.

Empat Pertemuan Terahir Persib vs Bontang FC di Bandung
11-03-2010 LSI 2009/2010 Persib-Bontang FC 2-1
22-02-2009 LSI 2008/2009 Persib-Bontang FC 2-1
20-01-2004 LI X/2004 Persib-Bontang FC 3-1
24-08-2003 LI IX/2003 Persib-Bontang FC 1-0.


Source : inilahdotcom

Atep, Siswanto, dan Markus Absen Lawan Bontang FC

Bandung - Tiga pilar inti Persib Bandung, Atep Ahmad Rizal, Siswanto, dan kiper Markus Horison dipastikan absen saat Maung Bandung menjamu Bontang FC di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011) besok.

Ketiganya masih bermasalah pada gebugarannya akibat cedera yang dilami pada laga sebelumnya. Atep mengalami cedra pada laga kontra Persiwa Wamena Kamis (24/3/2011), sedangkan Siswanto dan Makrus saat dijamu Arema Indonesia, Jumat (1/4/2011).

Kepastian absen ketiganya dikatakan langsung Dokter Tim Persib dr Rafi Ghani usai melakukan pemeriksaan terakhir terhadap ketiganya.

"Setelah mengecek kondisi cedera mereka, kemungkinannya sangat kecil ketiganya bisa dimainkan lawan Bontang," kata Rafi di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Rafi mengatakan, setelah diperiksa lebih lanjut, Atep yang mengalami cidera engkel, Siswanto cidera lutut dan kiper Markus cidera pada paha kiri masih harus menjalani terapi, karena cidera mereka masih belum menunjukan perkembangan ke arah positif.

"Kondisi cederanya masih belum menunjukan perubahan yang berarti. Mereka masih harus menjalani terapi lebih intensif. Makannya saya belum ijinkan mereka diberikan porsi latihan seperti pemainlainnya," tandasnya.

Selama mereka mengalami cedera, ketiganya hanya diberikan forsi latihan ringan selama setengah jam. Setelah itu, mereka hanya menyaksikan rekan-rekannya berlatih di pinggir lapangan.


Source : inilahdotcom 

Persib Tidak Perlu Pasang 4 Striker

Bandung – Akibat pola baru yang diterapkan, pelatih Persib akan memasang 4 striker saat laga melawan Bontang FC Sabtu (9/4/2011). Banyaknya striker itu dikhawatirkan tidak akan memaksimalkan permainan squad Maung Bandung.
Mantan pemain Persib di era 90-an, Dede Iskandar menuturkan dengan hadirnya 4 penyerang dalam squad Maung Bandung, justru dikhawatirkan kerjasama tim akan berkurang. Hal itu karena para penyerang akan rebutan mencetak gol ke gawang Bontang FC.
“Kenapa memasang 4 striker, apa yang mau dikejar?,” tutur Dede saat dihubungi Kamis (7/4/2011).
Menurutnya, bintang timnas Christian Gonzales bisa diturunkan belakangan jika dalam pertandingan daya dobrak Persib kurang menggigit. Menurut Dede, pemasangan pemain depan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Selain itu wing bek akan menjadi wing bek murni yang hanya naik sampai garis tengah lapangan, sementara sayap naik semua bila 4 striker yang diturunkan,” ujar Dede lagi.
Dede berpendapat sebaiknya Persib memaksimalkan pemain lain, daripada memasang 4 penyerang di saat yang bersamaan. Menurutnya, bila memang lini depan tidak mampu membuahkan gol, masih ada gelandang bahkan bek yang akan membantu penyerangan.
“Kalau striker nggak bisa, masih ada gelandang. Dulu juga Yusuf (Bachtiar) yang pemain tengah sering mencetak gol untuk Persib,” pungkas Dede.
Sebelumnya, untuk meraih kemenangan di hadapan para pendukung setianya, pelatih Persib tak tanggung-tanggung menyiapkan empat striker langsung untuk menggempur pertahanan tim berjuluk Laskar Bukit Tursina itu. Keempatnya, yakni Cristian Gonzales, Airlangga Sutjipto, Hilton Moreira, dan Shohei Matsunaga.
Daniel Roekito menyebutkan dia akan maksimalkan materi yang ada dengan formasi Gonzales dan Airlangga di depan, dibantu dua penyerang lubang, Hilton dan Matsunaga.


Source : inilahdotcom

Formasi 4-4-2 Riskan untuk Persib

Bandung – Pelatih memilih kembali menggunakan pola 4-4-2 saat Persib menghadapi Bontang FC Sabtu (9/4/2011). Namun pola itu dinilai cukup riskan bagi lini belakang Maung Bandung.
Mantan pemain Persib Dede Iskandar khawatir formasi 4-4-2 bisa membuat permainan tim Bontang FC besutan Fachry Husaini itu akan menjadi lebih hidup. Selain itu lini belakang Persib akan melonggar.
“Pola ini agak riskan untuk pertahanan,” terang Dede saat dihubungi, Kamis (7/4/2011).
Menurut pemain yang memperkuat squad Maung Bandung di era 90-an tersebut, dengan pola 4-4-2 penjagaan yang dilakukan oleh pemain bertahan bukan mematikan pergerakan penyerang lawan. Tetapi hanya menjaga di antaranya saja.
Sedangkan dengan formasi 3-5-2, selain akan mampu mematikan pergerakan lawan, bek juga dapat melakukan overlapping karena bisa menyerahkan tanggung jawab pertahanan pada libero.
“Jangan melihat kegagalan di Malang, saat itu pemain Arema cerdik-cerdik dan gol juga dihasilkan oleh lini tengah,” imbuhnya.
Dede juga menyebutkan strategi 3-5-2 yang diterapkan oleh pelatih Daniel Roekito sebelumnya telah berjalan dengan cukup baik. Menurutnya perubahan strategi ini tidak akan terlalu memengaruhi permainan, tetapi hanya akan ada perubahan dalam pola permainan.


Source : inilahdotcom

Kriteria Ketua Umum PSSI Versi Persib

Bandung- Persib memiliki kriteria khusus untuk calon ketua umum PSSI periode 2011-2015 mendatang, salah satunya harus punya misi yang kuat memajukan persepakbolaan Indonesia.
Manajer Persib Umuh Muchtar menyatakan ketua umum PSSI yang cocok adalah sosok yang bertanggungjawab. Selain itu ketua umum PSSI juga harus memiliki misi untuk memajukan persepakbolaan.
Sedangkan LPI dan LSI, menurut Umuh sebaiknya dilebur saja. Manajer Persib ini menilai LPI terdapat banyak pemain dan orang-orang bersih.
“Apa salahnya kalau disatukan, toh untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Jangan ada suka dendam-dendaman. Kalau tujuan untuk kemajuan sepakbola sebaiknya kita maju bersama saja," bebernya.
Sementara Ketua Pengda PSSI Jabar Toni Apriliani menilaiketua umum PSSI harus mampu memimpin induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu. Toni menyebut Ketua Umum PSSI harus menurut aturan FIFA.
“Aturan ini harus diacu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Menurutnya, para calon ketua umum diharapkan memiliki kompetensi dan kapabilitas untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.


Source : inilahdotcom

Persib Keberatan Dana APBD bagi Klub LSI Disetop

Bandung - Meski Persib Bandung mampu lepas dari ketergantungan APBD untuk menghidupi tim sejak berkiprah di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, namun Maung Bandung keberatan jika APBD tidak lagi diperbolehkan untuk membiayai tim LSI.

Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang juga Manajer Tim Persib, Umuh Muchtar mengatakan, tidak mudah mencari penyandang dana atau sponsor untuk menghidupi tim.

"Mulai dari musim lalu, kita memang sudah tak lagi mengunakan uang APBD, karena ada penyandang dana dan juga sudah banyak sponsor. Untuk Persib pun memang tidak masalah saat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melarang tim LSI mengunakan uang APBD," kata Umuh saat ditemui di sela memantau latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Namun, kata Umuh, bagaimana nasib tim lain yang saat ini masih bergantung pada uang rakyat. Persib memang beruntung sebagai tim besar dengan jutaan pendukung fanatik hingga dengan mudah mendatangkan banyak sponsor, tetapi untuk tim lain akan lebih sulit.

"Tim yang sudah tidak memakai uang dari APBD saja masih kesulitan mencari sponsor dan membayar gaji pemain. Apalagi tim lainnya, mereka pasti kesulitan untuk lepas dari APBD," jelas Umuh.

Lebih lanjut Umuh berharap ada jalan keluar bagi tim lain yang sulit lepas dari APBD. Sehingga, pada musim depan, semua peserta LSI bisa tetap tampil.

“Untuk persoalan ini sebaiknya harus dicarikan dulu solusinya bersama-sama. Kalau hanya Persib dan Arema yang bisa cari sponsor dan tim lain tidak, gimana liga mau jalan? tidak mungkin hanya Persib dan Arema saja yang bermain.” terangnya.

Usulan penghentian dana APBD untuk klub profesional ini merupakan hasil kajian dari KPK. Selama ini, KPK menilai pengelolaan dana APBD untuk klub sepak bola profesional telah melanggar prinsip asas transparansi dan akuntabilitas.

Menteri Dalam Negeri Gamawan fauzi juga sudah menyetujinya. Ia mengatakan, pada tahun anggaran 2012 dana APBD untuk klub sepak bola profesional akan dihentikan. "Kami sudah sepakat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga pada 2012 tidak ada dana lagi dari APBD untuk klub profesional," ujar Gamawan, Selasa (5/4/2011).

Namun, pemerintah tidak menghentikan dana APBD secara keseluruhan. Bagi klub amatir masih bisa menggunakan dana hibah tersebut karena sifatnya pembinaan.

Menpora Andi Mallarangeng juga sepakat dengan larangan penggunaan APBD untuk klub sepak bola profesional. Ia beranggapan dana APBD lebih baik digunakan untuk kegiatan sepak bola di luar klub profesional tersebut.


Source : inilahdotcom

Persib tak Mau Remehkan Kekuatan Bontang FC

Bandung - Meski Bontang FC adalah tim penghuni dasar klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 yang akan menjamu di Stadion si Jalak Harupat, Sabtu (9/4/2011) nanti, Persib Bandung tak sedikitpun meremehkan kekuatan tim asal Kalimantan Timur itu.

Menurut pelatih Persib Daniel Roekito, Bontang FC adalah tim yang tetap harus diperhitungkan, meskipun posisinya berada di urutan paling bawah. Sebab, kata Daniel, posisi bukalah ukuran tim berjuluk Laskar Bukit Tursina bakal mudah ditaklukkan anak-anak Maung Bandung.

"Kita sama sekali tidak meremehkan Bontang FC. Walaupun Bontang FC posisinya berada di urutan paling bawah, tetapi tim itu tetap harus kita waspadai," jelas Daniel kepada wartawan usai memimpin latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Daniel juga menilai Bontang FC memang tidak memiliki kelebihan, namun dari sisi kolektivitas permainan, tim asuhan Fachri Husaini ini cukup mumpuni mengimbangi permainan menyerang yang bakal ditunjukan Maung Bandung.

"Saat kita bermain di sana, mereka bisa mengimbangi permainan Persib. Dan secara permainan pun mereka di atas kita. Dari sisi kolektivitas permainan, Bontang FC cukup kompak. Jadi kita tetap harus mewaspadai mereka. Jangan sampai kita menganggap enteng mereka," jelasnya.

Persib saat ini masih tertahan di posisi 8, dengan koleksi 23 poin hasil dari 20 pertandingan, menang 6 kali, seri 5 dan kalah 9 kali. Sedangkan Bontang FC, berada di urutan 15, dengan nilai 12, hasil dari 19 laga, menang 3, seri 3 dan 13 kali kalah.


Source : inilahdotcom

Pelatih Persib tak Hanya Andalkan Pemain Inti

Bandung - Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito kembali menegaskan, dirinya tak mau bergantung pada nama besar pemain. Kendati sejumlah pilar inti mengalami cedera, Daniel tetap menargetkan poin penuh saat menjamu Bontang FC di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011) nanti.

"Semua pemain punya kesempatan yang sama. Jika kondisinya memungkinkan dan siap untuk main, siapapun pasti saya mainkan, baik pemain muda, senior maupun pemain yang sudah punya nama besar," jelas Daniel usai memimpin latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Ya, pada laga kandang ketiga melawan tim asal Kalimantan Timur itu, Maung Bandung memang terancam kehilangan tiga pemain andalannya, yakni kiper Markus Horison dan dua pemain sayap murni, Siswanto dan Atep Ahmad Rizal.
Ketiga pemain ini kondisinya masih dalam pengawasan Dokter Tim Persib dr Rafi Ghani. Ketiganya juga masih diragukan untuk bisa dimainkan pada laga yang bakal berlangsung malam hari di Stadion si Jalak Harupat.

Namun Daniel mensyukuri kesembuhan Eka Ramdani yang berpeluang untuk kembali mengawal lini tengah Maung Bandung. Selain Eka, kesembuhan Abanda Herman dan Nova Arianto juga semakin menambah optimisme Daniel, kembali meraih poin sempurna di kandangnya.

"Saya tidak mau mengeluh soal pemain, tapi kalau ketiganya memang sudah pulih dan bisa dimainkan, tentu saja saya syukuri. Meski begitu, sedikitpun saya tidak pernah meragukan kualitas pemain saya yang lainnya," jelasnya.


Source : inilahdotcom

Ketum PSSI Harus Bisa Satukan Sepak Bola Indonesia

Bandung - Ketua Pengda PSSI Jabar Toni Apriliani menegaskan, calon ketua umum PSSI haruslah seseorang yang mampu mempersatukan sepak bola Indonesia yang saat ini tengah tercerai-berai.

Ketua Umum PSSI yang baru juga nantinya harus mampu menjalankan kompetisi berdasarkan statuta FIFA, termasuk kegiatan sepak bola lainnya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Toni juga menyoroti kehadiran Liga Primer Indonesia (LPI) yang menurutnya harus disatukan kembali dalam wadah PSSI.

“Jenjang di Liga Indonesia juga harus ditata lebih baik lagi,” tutur Toni saat dihubungi, Kamis (7/4/2011).

Saat dimintai pendapat tentang seperti apa profil ketua umum yang diharapkan mampu memimpin induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia ini, Toni menyebutkan bahwa Ketua Umum PSSI nantinya diharapkan dapat menurut pada aturan FIFA. “Aturan ini harus diacu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Menurutnya, para calon ketua umum diharapkan memiliki kompetensi dan kapabilitas untuk memajukan persepakbolaan Indonesia bukan kelompok tertentu. Namun Toni mengaku, hingga saat ini belum mengetahui secara jelas soal proses pemilihan ketua umum yang akan dijalankan Komite Normalisasi PSSI tersebut pada 20 Mei nanti.

“Saya belum tahu apakah calon-calon yang dianuliar Komite Banding, tidak boleh atau dianjurkan untuk tidak mencalonkan diri menjadi ketua lagi,” ujar Toni.

Komite Emergensi FIFA pada 1 April 2011 memutuskan membentuk Komite Normalisasi PSSI untuk mengambil alih kepengurusan PSSI. Tugas utama komite ini yakni mempersiapkan kongres untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015.

FIFA telah menunjuk Ketua Kehormatan PSSI Agum Gumelar menjadi ketua Komite Normalisasi dan tujuh anggota lainnya dari kalangan pengurus sepak bola di pusat dan daerah.
Dalam rapat perdana, Rabu (6/4/2011) Komite Normalisasi memutuskan kongres tersebut akan digelar 20 Mei atau bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.


 Source : inilahdotcom

Bikin Blunder, Maman tak Masalah Dikritik Bobotoh

Bandung - Bek tengah Persib Bandung Maman Abdurahman mengaku tak mempermasalhkan soal kritikan bobotoh yang ditujukan kepadanya bila ia melakukan kesalahan atau blunder saat menjaga tembok pertahanan Maung Bandung.

Menurut mantan pemain PSIS Semarang ini, dalam sepak bola orang sah-sah saja mengkritik karena merupakan hak mereka sebagai penonton. Justru di balik kritikan, kata Maman, harus dijadikan bahan untuk mengevaluasi diri.

"Soal kesalahan, yang namanya sepak bola pasti ada kesalahan. Orang mau kritik, itu hak mereka. Yang pasti saya akan terus memperbaiki diri. Dalam setiap pertandingan baik menang maupun kalah, kami selalu melakukan evaluasi," jelas Maman kepada INILAH.COM usai latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Termasuk lawan Bontang FC, Sabtu (9/4/2011) nanti, Maman juga berjanji akan berusaha membenahi penampilannya serta meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi. Maman pun enggan menganggap enteng permainan lawan, meski tim yang akan dihadapi Maung Bandung kali ini berada jauh di bawah timnya.

Saat ini, Bontang FC berada di posisi juru kunci dengan koleksi 12 poin, hasil dari 19 laga, menang 3, seri 3 dan 13 kali kalah. Sedangkan Persib masih bertahan di posisi 8 dengan koleksi 23 poin hasil dari 20 pertandingan, menang 6 kali, seri 5 dan kalah 9 kali.

"Gak ada tim jelek, kita harus konsen dan respek sama tim itu. Dan kita juga tetap harus mewaspadai semua pemain Bontang FC, karena mereka juga berpotensi buat gol. Soal target, tentu saja menang karena kita bermain di kandang sendiri," pungkasnya.


 Source : inilahdotcom

Persib Belum Kantongi Calon Ketua Umum PSSI

Bandung - Manajer Persib Bandung yang juga Dirut PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar mengaku hingga saat ini Persib belum memiliki calon yang akan diusung menjadi ketua umum PSSI dalam kongres yang akan digelar pada 20 April 2011.

Selain belum memiliki jagoan, manajemen juga akan meninjau soal hak suara Persib dalam kongres PSSI nanti.

"Sampai saat ini kita belum punya calon. Sedangkan soal hak suara yang dimiliki Persib akan ditinjau dulu bagimana kelanjutannya dan akan kita bicarakan dengan PT PBB," terang Umuh kepada di sela memantau latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Kendati belum punya calon, Umuh menyatakan sangat mendukung keputusan FIFA membentuk Komisi Normalisasi PSSI yang dipimpin Agum Gumelar. Umuh pun mengajak seluruh pihak, khususnya klub-klub peserta Liga Super Indonesia (LSI) untuk mendukung keputusan FIFA tersebut.
Menurut Umuh, Agum adalah pilihan tepat karena ia sangat berpengalaman di bidang sepakbola dan pernah menjadi ketua umum PSSI.
"Semua klub harus mendukung keputusan FIFA, karena saya yakin Agum bisa mengatasi persoalan ini, apalagi ia juga sudah berpengalaman," jelasnya.


 Source : inilahdotcom

Maman Belum Yakin Dimainkan Lawan Bontang FC

Bandung - Bek tengah Persib Bandung Maman Abdurahman belum yakin 100% dirinya bakal dimainkan pelatih Daniel Roekito saat Maung Bandung menjamu Bontang FC pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung,Sabtu (9/4/2011).

Sekalipun pemain bernomor punggung 5 ini masuk dalam tim yang mengenakan rompi hijau dalam sesi latihan game di Stadion Siliwangi, Kamis (7/4/2011) pagi tadi, Maman tetap belum yakin dirinya bakal diturunkan pada laga yang bakal digelar malam hari itu.

Pada sesi latihan pagi tadi, Daniel memang terlihat tidak mengubah susunan pemain yang bakal diturunkan untuk menjamu Bontang FC, Sabtu nanti. Seperti biasa pemain dibagi menjadi dua tim mengenakan rompi hijau dan nonrompi. Pemain-pemain yang mengenakan rompi adalah gambaran pasukan inti Maung Bandung.

Di posisi kiper, Daniel menempatkan Cecep Supriatna menggantikan Markus Horison yang masih dibekap cedera. Barisan belakang ditempati Maman Abdurahman, Abanda Herman, Isnan Ali, dan Gilang Angga Kusumah. Sedangakn di tengah diisi Eka Ramdai, Miljan Radovic, Hilton Moreira, dan Matsunaga Shohei. Serta duet striker Cristian Gonzales dan Airlangga Sutjipto di lini depan.

"Ini hanya latihan, dan saya juga belum tentu dimainkan, karena soal main atau tidak pelatih nanti yang memutuskan. Saya sendiri tentu saja beharap main. Mudah-mudahan saja pelatih memberikan saya kesempatan untuk kembali bermain," jelasnya.


 Source : inilahdotcom

Viking: Bobotoh Sejati tak Akan Bikin Rusuh

Bandung - Humas Viking Persib Fans Club Rudi Boseng menegaskan, bobotoh sejati Persib Bandung tidak akan berbuat rusuh saat menontong pertandingan langsung Maung Bandung di stadion.
Begitu juga saat Persib menjamu Persija Jakarta di Stadion si Jalak Harupat, Jumat (18/3/2011), menurut Boseng, bobotoh sudah berada dalam stadion 15 menit sebelum kick off babak pertama.

Jadi menurutnya, pelemparan bus tim Persija pada pertandingan tersebut tidak akan dilakukan bobotoh setia Persib. Boseng mengakui ada oknum bobotoh yang justru tidak menonton pertandingan, tapi hanya berada di luar stadion atau melakukan konvoi saja.

“Yang jelas bobotoh setia dan sejati itu sudah ada di dalam stadion 15 menit sebelum kick off,” tegas Boseng saat dihubungi menanggapi sanksi yang mengancam Persib dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (7/3/2011).

Boseng juga mengakui sesama bobotoh juga sulit untuk mengontrol perangai bobotoh lainnya. Ia juga menekankan bahwa pada laga Persib vs Persija Jumat (18/3/2011) lalu tersebut, bobotoh tidak melakukan aksi yang menganggu jalannya pertandingan.

Sanksi yang mungkin akan dijatuhkan pada Persib, menurut Boseng, tentu akan merugikan semua pihak, khususnya bobotoh. “Kalau sampai kena sanksi tentunya akan merugikan Persib dan bobotoh,” pungkasnya.

Manajemen Persib sudah menerima surat pemanggilan dari Komdis PSSI yang dibubuhi tanda tangan langsung Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, Rabu (6/4/2011) kemarin, dan besok Persib diminta menghadap Komdis di Jakarta.
Laga Persib kontra Persija di Stadion si Jalak Harupat yang berakhir untuk kemenangan Macan Kemayoran 3-2, memang diwarnai insiden berupa pelemparan pada bus yang membawa rombongan pemain, ofisial, dan The Jak serta perusakan sejumlah fasilitas stadion oleh oknum bobotoh.


 Source : inilahdotcom

Lepas dari Cedera, Jejen Berpeluang Hadapi Bontang

Bandung - Pelath Persib Bandung Daniel Roekito menyambut baik kesembuhan cedera pemain muda Jejen Zaenal Abidin. Bahkan Daniel menjanjikan bakal memasukkan namanya dalam daftar line up pemain yang akan diturunkan melawan Bontang FC di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011).

"Cedera Jejen memang sudah membaik, ia mengalami sobek dikit di belakang pahanya. Beruntung tumpuan kakinya lebih kuat jadi cederanya tidak perlu dioperasi. Besok mungkin ia bisa masukan di tim," kata Daniel kepada wartawan usai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Sebelumnya, Jejen memang mengungkapkan keinginannya setelah yakin kondisi cederanya sudah sembuh total. Bahkan pada empat kali latihan, Jejen terlihat bersemangat. Eks pilar Persikabo Bogor ini pun mulai memperlihatkan performa terbaiknya demi bersaing bersama pemain lainnya.

"Alhamdulilah sudah lebih baik. Secara pribadi saya siap dimainkan. Setelah lama cedera, saya sudah sangat ingin bermain kembali untuk Persib," ungkap Jejen.

Bahkan saat mendengar peryataan Daniel bahwa berpeluang dimasukan dalam line up, Jejen mengaku senang. "Tentu saja saya sangat senang kalau di pertandingan besok bisa dimainkan. Yang pasti kalau pelatih memberikan kepercayaan, saya tidak akan menyia-nyiakannya," pungkasnya.


 Source : inilahdotcom

Bobotoh Pertanyakan Alasan Persib Disidang PSSI

Bandung - Ancaman Sanksi yang akan dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat pelemparan bus tim Persija pada laga kandang Persib Bandung menjamu Persija Jakarta di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (18/3/2011) lalu, mendapat pembelaan dari bobotoh.

Humas Viking Persib Fans Club Rudi Boseng menyatakan ketidaksetujuannya jika Persib mendapat sanksi dari Komdis PSSI menyusul peristiwa tersebut. Ia menilai saat itu bobotoh sama sekali tidak mengganggu jalannya pertandingan.

“Waktu itu ada kerusuhan tidak? pertandingan berjalan dengan baik, wasit cukup bagus, Persib kalah murni dan bermain bagus,” tandas Boseng saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (7/4/2011).

Boseng mengungkapkan bahwa saat itu tidak ada bobotoh yang mengganggu jalannya pertandingan sehingga ia berharap PSSI melakukan penilaian yang obyektif atas hal tersebut. “Dari segi mana sanksi itu akan dijatuhkan, karena di dalam stadion tidak ada apa-apa,” tandasnya.

Namun terkait pelemparan bus tim lawan, Boseng tak berkomentar banyak, termasuk apakah pelakunya bukan bobotoh. Yang jelas, menurut Boseng, terlepas dengan adanya aksi pelemparan, pertandingana Persib vs Persija tetap berjalan dengan lancar.

Manajemen Persib sendiri sudah menerima surat pemanggilan dari Komdis PSSI yang dibubuhi tanda tangan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid Rabu (6/4/2011) kemarin, dan besok Persib diminta menghadap Komdis di Jakarta.
Laga Persib kontra Persija di Stadion si Jalak Harupat yang berakhir untuk kemenangan Macan Kemayoran 3-2, memang diwarnai insiden berupa pelemparan pada bus yang membawa rombongan pemain, ofisial, dan The Jaks serta perusakan sejumlah fasilitas stadion oleh oknum bobotoh.


 Source : inilahdotcom

Bobotoh Ricuh, Besok Persib Disidang Komdis PSSI

Bandung - Laga kandang Persib Bandung menjamu Persija Jakarta di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (18/3/2011) lalu, berbuntut panjang. Akibat bus Persija dilempari oleh bobotoh, Persib harus menghadapi sidang komdis PSSI.

Manajemen sudah menerima surat pemanggilan dari Komdis PSSI yang dibubuhi tanda tangan langsung Ketua Umum PSSI Nurdin Halid Rabu (6/4/2011) kemarin, dan besok Persib diminta menghadap Komisi Disiplin (Komdis) di Jakarta.

"Ya, besok kita diminta untuk ke Jakarta untuk menjalani sidang, soal laga kemarin lawan Persija. Saya belum tahu apa yang akan dibahas dalam sidang besok," kata Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar usai memantau sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011).

Laga Persib kontra Persija di Stadion si Jalak Harupat yang berakhir untuk kemenangan Macan Kemayoran 3-2, memang diwarnai insiden berupa pelemparan pada bus yang membawa rombongan pemain, ofisial, dan The Jaks serta perusakan sejumlah fasilitas stadion oleh oknum bobotoh.
Bahkan saat Bambang Pamungkas cs memasuki stadion, mereka terpaksa menggunakan panser yang disediakan polisi untuk menghindari pelemparan yang dilakukan pendukung Persib.


Source : inilahdotcom

Persib Matangkan 4-4-2 Hadapi Tim Papan Bawah BFC

Bandung - Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito mengaku lega karena pemainnya kini semakin serius berlatih untuk menghadapi Bontang FC(BFC) pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011).

Pelatih asal Rembang ini senang anak-anak asuhnya berlatih serius, dirinya bisa lebih mudah mematangkan taktik dan strategi yang akan diterapkan saat menghadapi tim asal Kalimantan Timur tersebut.

"Pemain semakin serius, kita terus matangkan formasi 4-4-2, dan pemain juga saya lihat mulai menguasai. Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan seluruh sisa pertandingan dengan kemenangan," ucap Daniel sesuai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (7/4/2011) pagi.

Pada sesi latihan pagi tadi, Daniel tidak mengubah susunan pemain yang bakal diturunkan untuk menjamu Bontang FC (BFC), Sabtu nanti. Seperti biasa pemain dibagi menjadi dua tim mengenakan rompi hijau dan nonrompi.

Pemain-pemain yang mengenakan rompi adalah gambaran pasukan inti Maung Bandung. Di posisi kiper diisi Cecep Supriatna menggantikan Markus Horison yang masih dibekap cedera. Barisan belakang ditempatkan Maman Abdurahman, Abanda Herman, Isnan Ali, dan Gilang Angga Kusumah. Sedangakn di tengah diisi Eka Ramdai, Miljan Radovic, Hilton Moreira, dan Matsunaga Shohei. Serta duet striker Cristian Gonzales dan Airlangga Sutjipto di lini depan.

"Besok pada latihan terkahir kita akan matangkan lagi. Saya senang karena pemain menjalankan latihan ini dengan serius. Saya berharap di pertandingan besok kita bisa meraih tiga poin," ucapnya.


Source : inilahdotcom

Mendagri," 2012, Dana APBD Dihentikan"

Menteri Dalam Negeri Gamawan fauzi mengatakan, pada tahun anggaran 2012 dana APBD untuk klub sepakbola profesional dihentikan. "Kami sudah sepakat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga pada 2012 tidak ada dana lagi dari APBD untuk klub profesional," ujar Gamawan, di Gedung KPK, Jl. H.R.Rasuna Said Jakarta, Selasa (5/4). Namun, pemerintah tidak menghentikan dana APBD secara keseluruhan. Bagi klub amatir masih bisa menggunakan dana hibah tersebut karena sifatnya pembinaan. Menpora Andi Mallarangeng juga sepakat dengan larangan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk klub sepak bola profesional. Dia beranggapan dana APBD lebih baik digunakan untuk kegiatan sepak bola di luar klub profesional tersebut.

usulan penghentian dana APBD untuk klub profesional ini merupakan hasil kajian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama ini, KPK menilai pengelolaan dana APBD untuk klub sepak bola profesional telah melanggar prinsip asas transparansi dan akuntabilitas. Menurut Wakil Ketua KPK, M. Jasin, penggunaan APBD untuk klub sepak bola memiliki perbedaan jumlah yang signifikan dibandingkan dengan pendapatan asli daerah. Jasin mengatakan, hasil kajian KPK menunjukkan bahwa pengelolaan APBD untuk klub sepak bola profesional telah melanggar asas umum pengelolaan keuangan daerah.

Andi Mallarangeng merasa yakin klub-klub Liga Super Indonesia (LSI) dapat hidup mandiri dengan mengandalkan dana dari hasil usaha klub. Buktinya, PERSIB, Semen Padang, Arema bisa hidup tanpa APBD. "LPI saja bisa berjalan tanpa APBD, masak LSI tidak bisa," ujarnya.


Source : official PERSIB

Cecep Menimpuk Rachmat Afandi

Striker Rachmat Afandi mendapat kejutan. Pada hari ulang tahunnya yang ke-27, mendapatkan kejutan timpukan telur oleh rekan-rekan setimnya, usai latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (5/4).  Awalnya, Fandi sapaan akrabnya, tidak menyadari bahwa beberapa pemain sudah menyiapkan hadiah spesial telur dan terigu. Selesai latihan, timpukan telur yang diawali oleh kiper Cecep Supriyatna langsung disambut meriah dan diikuti oleh seluruh ofisial tim. Fandi yang tidak berdaya karena dipegang erat kedua tangannya oleh Maman Abdurahman dan Cristian Gonzalez harus menerima timpukan telur dan terigu hampir dari seluruh pemain.

Harapan Fandi di hari jadinya ini adalah bisa bermain lebih baik lagi dan menambah koleksi gol pada sisa pertandingan putaran kedua. "Semoga dengan bertambah umur ini, saya bisa lebih baik lagi dan menyenangkan bobotoh," ujar Fandi.


Source : Official Persib

Dias Angga Berharap Main Lawan Bontang FC

Bandung - Pemain muda Persib Bandung Dias Angga berharap mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Daniel Roekito saat Persib menjamu Bontang FC Sabtu (9/4/2011).

Keinginan Dias tersebut terlontar setelah melihat banyaknya pemain Persib yang belum pulih dari cedera. Ia berharap pelatih asal Rembang ini kembali memberikan kepercayaan kepada pemain muda untuk berkolaborasi dengan pemain senior.

Dias memang berpeluang besar dimasukkan dalam line up, bahkan menjadi starter saat Persib menjamu tim asal Kalimantan Timur itu. Apalagi ia sudah menimba ilmu cukup banyak dari pelatih timnas Indonesia Alferd Riedl, saat berlaga di pra olimpiade 2012.

"Kalau ditanya soal kesiapan tentu saja saya sangat siap. Bahkan saya siap untuk tampil sejak menit awal jika pelatih memberikan kepercayan kepada saya. Saya ingin bermain untuk membawa Persib meraih kemenangan," kata Dias usai latihan di Stadion Siliwangi, Rabu (9/4/2011).

Dias menjanjikan permainan mumpuni mendapat kesempatan dari pelatih. Bermain maksimal demi membahagiakan bobotoh yang selalu haus kemenangan adalah tujuan utamanya.

"Kalaupun tidak dimainkan, saya tetap berharap Persib meraih tiga poin, karena poin itu sangat berharga untuk Persib memperbaiki posisi. Mudah-mudahan saja di pertandingan nanti melawan Bontang FC, Persib bisa meraih poin maksimal," harapnya.


 Source : inilahdotcom

Pola Permainan Persib Sudah Terbaca Tim Lawan

Bandung - Mantan pemain Persib Bambang Sukowiyono menilai permainan Persib sudah terbaca tim lawan. Ia pun mengusulkan pelatih Daniel Roekito segera mengubah strategi permainan timnya baik kandang maupun tandang.

Kekalahan dari Arema Indonesia 2-0 adalah contoh bahwa permainan pasukan pelatih Daniel Roekito ini sudah terbaca tim lawan. Pasalnya, Persib tak pernah mengubah permainan baik di kandang maupun tandang, sehingga akan cukup menyulitkan.

Suko melanjutkan, Persib juga cederung sering bermain terbuka dalam menghadapi tim lawan. Sehingga banyak celah yang berhasil diterobos tim lawan.

"Saya menilai, jika cara seperti itu terus-terusan diterapkan Persib, lawan akan lebih cenderung memiliki kesempatan ketika mereka melakukan serangannya, karena Persib membuka banyak celah untuk mereka," kata Suko, Rabu (6/4/2011) malam.

Lebih lanjut Suko berharap pelatih asal Rembang itu juga bisa mengoptimlakan seluruh pemain Persib, baik senior maupun junior. Sebab, menurut, Persib saat ini banyak dihuni pemain bagus.

"Seperti di awal putaran dua lalu, saat Persib menurunkan pemain muda dipadukan dengan pemain senior. Saya rasa langkah itu sudah bagus, tapi kenapa sekarang berubah lagi," tanyanya.


 Source : inilahdotcom

Gonzales Siap Ramaikan Persaingan Tim Inti Persib

Bandung - Striker Persib yang juga anggota skuad timnas Indonesia Cristian Gonzales masih berambisi mencetak banyak gol bagi timnya. Meski persaingan membuatnya tergusur hingga duduk di bangku cadangan, pemain berjuluk El Loco tersebut itu tidak frustrasi.

Di tiga pertandingan melawan Persiwa Wamena, Persipura Jayapura dan terakhir Arema Indonesia, nama Gonzales tidak dimasukkan dalam daftar 11 pemain inti Persib. Posisinya tergeser oleh striker muda Airlangga Sutjipto.

Gonzales sendiri mengakui persaingan di tubuh Maung Bandung semakin ketat. Namun ia menolak jika disebut ketajamannya sudah hilang. Gonzales akan bangkit dan bakal kembali meramaikan persaingan di lini depan Persib. Dalam keterpurukan, ia masih menyakini naluri mencetak golnya belum habis.

"Dalam sepak bola hal seperti ini sudah biasa dan saya juga tidak pernah frustrasi dengan keadaan ini. Performa pemain tidak selamanya baik. Dan saya juga tidak mempermasalahkan soal posisi saya digantikan Airlangga, toh dia memang pemain bagus," ungkap Gonzales seusai latihan, di Stadion Siliwangi, Rabu (6/4/2011).

Pemain bernomor punggung 99 ini mengakui, di Persib memang banyak pemain hebat dan mereka sudah mulai unjuk gigi. Semuanya berlomba menampilkan performa terbaik agar dipercaya tampil oleh pelatih, dan itu sangat baik bagi perkembangan tim.

"Semua pemain sudah berusaha menampilkan permainan terbaik untuk Persib, begitupun saya. Saya juga tidak tahu besok lawan Bontang FC diturunkan atau tidak. Yang pasti saya akan terus berusaha menampilkan yang terbaik jika dipercaya pelatih bermain besok," jelasnya.


Source : inilahdotcom

Persib Bertekad Sapu Bersih 4 Laga Kandang

Bandung - Skuad Persib berambisi memaksimalkan empat laga kandang dengan poin sempurna yaitu melawan Bontang FC (9 April), Persisam Samarinda (13 April), PSPS Pekan Baru (18 April), dan Sriwijaya FC (22 April).

Pelatih Persib Daniel Roekito juga mengaku sudah menekankan kepada para penggawanya, untuk memaksimalkan keempat laga tersebut dengan kemenangan. Ia enggan menanggung malu di hadapan pendukung setia Persib. Makanya, bermain maksimal adalah tuntutan yang harus ditunjukkan para amunisi racikannya.

"Di empat pertandingan itu kita akan berlaku sebagai tuan rumah, jadi kemenangan adalah hal yang wajib kita raih. Semua pemain harus serius dan maksimal saat bertanding, saya ingin kita bisa cetak banyak gol," tegas Daniel, seusai latihan di Stadion Siliwangi, Rabu (6/4/2011).

Untuk merealisasikan banyaknya gol itu, Daniel bakal mengoptimalkan untuk menurunkan banyak pemain depan andalannya dalam strategi 4-4-2 yang kini tengah dalam sesi pematangan.

"Sebagai tuan rumah tentu saja kita harus menyerang, karena pertahanan terbaik dalam sepak bola itu adalah menyerang. Saya sudah siapkan 4 striker untuk cetak banyak gol," ungkap mantan pelatih Persik Kediri dan Persiba Balikpapan ini.


 source : inilahdotcom

Abanda-Nova Mulai Pulih, Pelatih Persib Lega

Bergabungnya dua bek Persib Abanda Herman dan Nova Arianto membuat lega pelatih Daniel Roekito menjelang laga kandang melawan Bontang FC, Sabtu (9/4/2011).

Kedua pilar Persib itu terlihat sudah mulai berlatih di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4/2011). Sebelumnya Abanda dan Nova dibekap cedera dan harus latihan terpisah di pinggir lapangan.

Pemain asal Kamerun Abanda yang menderita cedera hamstring sudah pulih dan mulai kembali bergabung latihan sejak Selasa (5/4/2011) sore. Sementara Nova yang terkena cedera pada bagian lutut kanannya juga sudah dalam kondisi yang lebih baik sehingga bisa mulai kembali berlatih.

Dokter tim Persib Rafi Ghani sebelumnya memang mengungkapkan, Abanda dan Nova memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk lepas dari bayang-bayang cedera. Itu ditunjukkan dengan usahanya untuk terus melakukan terapi dan mengikuti seluruh instruksinya.

"Saya salut karena keduanya memang punya motivasi lebih untuk sembuh dari cederanya. Sehingga untuk pemulihannya tidak membutuhkan waktu lama," ucap Rafi di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4/2011).
Sementara itu, untuk tiga pemain lainnya, Siswanto, Atep Ahamd Rizal dan Markus Horison, masih melakukan latihan ringan terpisah di pinggir lapangan. Ketiganya, kata Rafi masih merasakan nyeri pada cederanya.

"Untuk Siswanto, Atep dan Markus kecil peluang bisa diturunkan di pertandingan nanti. Tapi untuk Abanda dan Nova saya rasa sudah bisa. Tapi untuk kepastiannya tergantung hasil pemeriksaan terakhir sebelum pertandingan," jelasnya.\


source : inilahdotcom

Sembuh dari Cedera, Jejen-Munadi Siap Dimainkan

Bandung - Jelang laga melawan Bontang FC, Sabtu (9/4/2011) nanti, Persib Bandung mendapatkan kabar baik menyusul semakin membaiknya kondisi pemain muda Maung Bandung, Jejen Zaenal Abidin dan Munadi.
Bahkan keduanya menyatakan siap diturunkan saat bentrok dengan tim asal Kalimantan Timur tersebut.

Namun kendati Jejen sudah menyatakan kesiapannya untuk tampil membela Persib Bandung, pelatih Daniel Roekito masih belum berani menurunkannya.
Daniel beralasan Jejen masih membutuhkan adaptasi bersama tim setelah lama absen akibat cedera engkel yang dideritanya lima bulan lalu tepatnya sejak September 2010. Begitupun Mudani yang juga bernasib sama, ia menderita cedera saat menjalani seleksi timnas U-23 Pra Olimpiade 2012, Februari 2011 lalu.

"Saya belum dapat laporan resmi dari dokter tim soal kondisi terakhir kedua pemain itu. Meskipun Jejen sudah menyatakan kesiapannya, tapi saya belum berani menurunkannya. Selain belum ada rekomendasi dokter, ia juga masih butuh adaptasi dengan permainan tim," kata Daniel usai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4/2011) pagi.

Sebelumnya, Jejen memang mengungkapkan keinginannya setelah yakin kondisi cederanya sudah sembuh total. Bahkan pada tiga kali latihan, Jejen terlihat bersemangat. Eeks pilar Persikabo Bogor ini pun mulai memperlihatkan performa terbaiknya demi bersaing bersama pemain lainnya.

"Alhamdulilah sudah lebih baik. Secara pribadi saya siap dimainkan, tapi saya masih harus menunggu keputusan dari dokter tim" ungkap Jejen.

Sedangkan Dokter Tim Persib dr Rafi Ghani menyatakan, perkembangan Jejen sangat positif. Namun ia masih harus melakukan pemeriksaan terakhir sebelum memberikan rekomendasi soal kesembuhan cederanya kepada pelatih Daniel Roekito.

"Rencannya hari ini saya akan persiksa kondisi terakhir Jejen dan Munadi. Kita akan serahkan kondisi terakhirnya ke terapis," ujar Rafi.


 source : inilahdotcom

Eka dan Miljan Disiapkan Isi Posisi Hariono

Bandung - Pelatih Persib Daniel Roekito menyiapkan kapten tim Eka Ramdani dan pemain asing Miljan Radovic untuk mengisi posisi Hariono saat menjamu Bontang FC, Sabtu (9/4/2011).

Keduanya disiapkan untuk menjegal serangan lawan dalam formasi 4-4-2. Strategi itu diterapkan Daniel karena Hariono yang selama ini kokoh berperan di lapangan sebagai gelandang bertahan, tidak bisa diturunkan akibat akumulasi kartu kuning.

Kartu kuning tersebut diperoleh Hariono saat memperkuat Persib melawan Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (1/4/2011) lalu.
"Eka dan Radovic memang kita siapkan untuk mengisi tempat yang ditinggal Hariono. Mereka bisa membantu serangan dan pertahanan. Keduanya bagus di posisi itu," tutur Daniel kepada wartwan di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (6/4/2011).

Sementara M Agung Pribadi yang sebelumnya disiapkan Daniel di posisi itu, besar kemungkinan urung dilakukan. Sebab setelah dicoba Agung masih lamban menghalau serangan.

"Untuk Agung sudah kita coba, tapi dia masih lamban. Meski begitu dia juga tetap akan kita siapkan," jelasnya.


 source : inilahdotcom

Wah, Persib Pasang 4 Striker Lawan Bontang FC

Bandung - Melawan tim Bontang FC pada laga kandang ketiga putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, Sabtu (9/4/2011) nanti, Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito menjanjikan permainan menyerang untuk menciptakan banyak gol dalam skema 4-4-2.

Untuk meraih kemenangan di hadapan para pendukung setia Persib, tak tanggung-tanggung Daniel menyiapkan empat striker langsung untuk menggempur pertahanan tim berjuluk Laskar BUkit Tursina itu. Keempatnya, yakni Cristian Gonzales, Airlangga Sutjipto, Hilton Moreira, dan Matsunaga Shohei.

"Kami akan maksimalkan materi yang ada dengan formasi menyerang. Di depan ada Gonzales dan Airlangga, dibantu dua penyerang lubang, HIlton dan Matsunaga," ujar Daniel kepada wartawan usai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4/2011) pagi.

Memburu kemenangan memang menjadi ambisi skuad Maung Bandung pascakekalahan menyakitkan dari tuan rumah Arema Indonesia, akhir pekan lalu. Skuad Persib pun terus bebenah diri jelang laga melawan Bontang FC yang rencananya digelar di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung tersebut.

Untuk mematangkan serangan Maung Bandung agar kian solid, pelatih asal Rembang ini terus mengasah mereka dalam sesi latihan pagi tadi. Hasilnya, kata Daniel, mulai terlihat efektif.
"Dalam latihan tadi, empat striker kita berhasil membuat banyak gol. Besok akan kita matangkan lagi, agar semakin solid," pungkasnya.


 source : inilahdotcom

Inilah Alasan Persib Terapkan Formasi 4-4-2

Bandung - Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito sejak awal memang berkeinginan menerapkan pola 4-4-2, dengan alasan untuk lebih memaksimalkan kelebihan pemain yang dimiliki Maung Bandung. Daniel juga berharap formasi tersebut mampu menciptakan banyak gol saat menjamu Bontang FC, Sabtu (9/4/2011).

Saat ini keinginannya itu mulai direalisasikan setelah melakukan pembicaran dengan seluruh punggawanya. Menurut Daniel, seluruh pemain menyukai formasi tersebut sehingga ia memutuskan terus mengasah formasi 4-4-2 dengan empat pemain belakang sejajar.

Alasan lainnya lebih memilih formasi 4-4-2 ketimbang 3-5-2, jelas Daniel, untuk memanfaatkan pemain-pemain dengan skil dan teknik tinggi yang dimiliki Persib. Dengan formasi tersebut, Daniel tidak akan banyak menyimpan pemain yang memiliki kemampuan tinggi. Sebaliknya jika memakai pola 3-5-2 makan akan banyak pemain yang menganggur.

"Sayang, di Persib ini kan banyak pemain bagus, saya ingin memaksimalkan mereka. Apalagi sekarang kedua pemain sayap kita tak bisa main karena cedera (Atep dan Siswanto). Dengan formasi ini, kita bisa memanfaatkan kelebihan pemain yang ada," jelas Daniel usai memimpin sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4/2011) pagi.

Lebih lanjut, Pelatih asal Rembang ini menjelaskan pola kerja formasi 4-4-2. Formasi ini memang hanya memiliki dua penyerang, namun tidak berarti bahwa tim dengan pola ini hanya menyerang dengan 2 orang di lini depan.
Dalam pola 4-4-2, outside midfielder atau outside back (jika melakukan overlap) bisa maju ke lini depan. Dengan demikian, akan terdapat 4 orang penyerang sekaligus. Dalam pola 4-4-2 ini, formasi bisa saja berubah menjadi 2-4-4 saat tim sedang melakukan serangan.

Itu dibuktikan dengan menempatkan 4 pemain yang berposisi sebagi striker di lini tengah dan depan. Seperti Cristian Cristian Gonzales dan Airlangga sebagai ujung tombak, serta Hilton Moreira dan Matsunaga Shohei di lini tengah mendampingi dua gelandang Persib. Khusus untuk Hilton dan Matsunaga yang ditempatkan di posisi gelandang serang, saat bermain keduanya otomatis akan membantu serangan Persib.

"Belum lagi jika ditambah dengan majunya salah satu center midfielder persis di belakang kedua striker (pola itu disebut offensive midfielder) maka akan terdapat 5 orang penyerang sekaligus. Kita optimalkan penyerang biar bisa cetak banyak gol," terangnya.

Daniel akan kembali mematangkan taktik dan strateginya tersebut pada sesi latihan Kamis (7/4/2011). "Besok kita ulangi lagi sampai benar-benar dimengerti oleh pemain. Matsunuga juga mulai mengerti karena sebelumnya banyak pemain yang megeluh kepadanya karena ia kurang menguasai. Formasi ini lebih efisien," tandasnya.


 source : inilahdotcom

Hadapi Bontang FC, Persib Kembali ke Pola 4-4-2

Bandung - Pelatih Persib Bandung Daniel Rorkito terus mematangkan skuadnya dengan formasi 4-4-2 jelang laga kandang melawan Bontang FC pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011).

Skenario formasi tersebut mulai diperagakan pada sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4/2011) pagi. Seperti biasa, Daniel membagi pemain menjadi dua tim, mengenakan rompi kuning dan nonrompi.
Tim yang memakai rompi, kemungkinan besar adalah gambaran tim yang akan diturunkan untuk mengeksekusi target tiga poin saat menjamu Bontang FC.

Di posisi kiper, Daniel kembali menunjuk penjaga gawang kedua Maung Bandung, Cecep Supriatna menggantikan Markus Horison yang masih dibekap cedera.
Selanjutnya di lini belakang, Daniel menempatkan empat pemain intinya, yakni Maman Abdurhaman, Abanda Herman, Isnan Ali, dan Gilang Angga. Mereka akan diberi tuga menjaga benteng pertahanan Persib dari gempuran pemain Bontang FC yang diasuh Fachri Husaini.

Di sektor tengah, dua playmaker ulung Eka Ramdani dan Miljan Radovic kembali diduetkan dengan bantuan dua gelandang serang, yakni Matsunaga Shohei dan Hilton Moreira.
Sedangkan untuk posisi ujung tombak, Daniel kembali memberi kepercayaan kepada pemain naturalisasi asal Uruguay Cristian Gonzales yang diduetkan dengan Airlangga Sutjipto.


 source : inilahdotcom

Transisi Persib Jelek, Termasuk Matsunaga

Bandung - Tak mau menelan malu di kandang sendiri, pelatih Daniel Roekito memperbaiki kelemahan Persib jelang laga melawan Bontang FC, Sabtu (9/4/2011).

Jika pada sesi latihan sebelumnya Daniel fokus membenahi zona marking, sesi latihan kemarin lebih difokuskan untuk membenahi transisi. Pelatih asal Rembang ini menganggap pemain selalu terlambat, baik saat menyerang maupun diserang.

"Otomatisasi masih lemah. Ini bagian pemain belakang agar mereka mampu keluar dari tekanan saat diserang. Karena anak-anak bertahan sejajar kurang bagus, sehingga sering kecolongan," kata Daniel, seusai latihan di Stadion Siliwangi, Selasa (5/4/2011).

Melihat hal ini, Daniel pun tak bosan-bosan memberikan menu latihan mengenai transisi. Ia ingin ketika Persib kehilangan bola, pemain depan langsung menekan pemain lawan yang menguasai bola.

"Pertahanan harus dimulai dari depan. Maksudnya pemain depan harus pandai mencuri bola, dengan begitu pemain di belakang tidak cepat mundur kalau diserang, karena ada usaha dari pemain depan," tuturnya.

Ia mencontohkan permainan Matsunaga Shohei. Pemain asal Jepang ini saat memperoleh bola sangat hebat, tapi transisinya kurang bagus. "Seharusnya saat kehilangan bola, dan lawan melakukan serangan dia harus cepat melakukan pertahanan dan mem-pressing lawan," ujarnya.

Source : inilahdotcom

Nova Ingin Segera Lepas dari Cedera

Bandung - Bek berkepala polontos Nova "Suster Ngesot" Arianto berharap segera lepas dari cedera yang menghambatnya berlatih bersama pemain lainnya jelang laga menjamu Bontang FC, Sabtu (9/4/2011).

Nova sendiri saat ini mengaku cedera lutut kanannya sudah mulai membaik ketimbang sebelumnya, usai menjalani laga melawan Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (1/4/2011).

"Ya sekarang memang sudah semakin baik. Besok (hari ini) saya akan coba latihan," kata Nova di sela sesi latihan di Stadion Siliwangi, Selasa (5/4/2011).

Sepanjang proses latihan, Nova memang hanya bisa melakukan latihan ringan di pinggir lapangan bersama pemain lainnya yang juga senasib, seperti Atep Ahmad Rizal dan Siswanto.

"Saya sendiri sangat ingin main di pertandingan nanti, mudah-mudahan cedera ini cepat membaik. Dan saya juga ingin memperbaiki penampilan, dan bermain lebih baik lagi," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan winger kiri Persib, Siswanto. Ia juga begitu berhasrat bisa dimainkan lawan Bontang FC. Tapi jika cederanya masih belum sembuh total, ia mengaku pasrah saja, dan enggan memaksakan diri.

"Keinginan saya sangat kuat bisa main lawan Bontang, tapi kalau cederanya belum sembuh total saya gak mau maksain, karena kita juga sebagai pemain harus berpikir ke depan. Sekarang saja masih terasa sakit," ungkapnya.


Source : inilahdotcom

Abanda Ikut Berlatih, Pelatih Persib Lebih Cerewet

Bandung - Jelang laga melawan Bontang FC di Stadion si Jalak Harupat, Jumat (9/4/2011) nanti, bek tangguh Persib asal Kamerun, Abanda Herman mulai mengikuti latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (5/4/2011) sore.

Abanda yang sebelumnya menderita cedera hamstring pada laga melawan Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (1/4/2011), sudah mengikuti latihan game internal yang dipimpin pelatih Daniel Roekito. Selain Abanda, Eka Ramdani juga terlihat tak bermasalah dengan cedera kakinya setelah sebelumnya berbenturan dengan Rendy Saputra.

Dalam sesi latihan kali ini, Daniel terlihat lebih cerewet memberikan arahan kepada para pemainnya yang menjalani latihan game. Seperti biasa, dalam latihan game, Daniel membagi pemain menjadi dua tim yakni mengenakan rompi hijau dan nonrompi.

Daniel juga terlihat sudah memasang M Agung Pribadi di posisi gelandang bertahan mengantikan Hariono yang dipastikan absen lawan Bontang FC, karena akumulasi Kartu kuning. Selain Agung, nama Jejen Zaenal Abidin dan Munadi yang lama menderita cedera mulai dilibatkan dalam sesi latihan game ini.

Danel juga tak segan menhentikan permainan saat ada salah seorang pemain melakukan kesalahan. Bahkan berulang-ulang Daniel terus mengeluarkan olah vokalnya, memberkan instruksi pada pemain.
"Lihat bola, lihat bola. Jangan ngawur, maju terus kalau diserang jangan mundur," teriaknya di tengah lapangan.

Cedera Lutut, Eka Bertekad Main Lawan Bontang FC

Bandung - Kapten Persib Eka Ramdani berkeinginan kuat bisa bermain saat Persib menjamu Bontang FC di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011).

Eka yang semula sudah dipastikan bisa mengawal lini tengah Maung Bandung, kembali diragukan setelah tumit kaki kirinya berbenturan dengan pemain muda Rendy Saputra pada sesi latihan Kemarin.

"Ya mudah-mudahan bisa main," ucapnya singkat kepada, di ruang kamar ganti pemain Stadion Siliwangi Bandung, sebelum latihan Selasa (5/4/2011) sore.

Keinginan playmaker Persib ini ditunjukkan dengan mengikuti sesi latihan sore ini di Stadion Siliwangi. Meski dengan kaki dibalut perban, pemain bernomor punggung 8 ini tetap bersemangat.

Sementara itu, dokter tim Rafi Ghani belum bisa menjanjikan kapten tim Persib ini bisa kembali mengawal lini tengah Maung Bandung saat bersua dengan tim berjuluk Laskar Bukit Tursina itu.

"Saya sendiri berharap Eka bisa main, karena kalau melihat cederanya, tidak terlalu parah. Hanya membutuhkan penyembuhan beberapa hari saja untuk menghilangkan rasa sakitnya" jelas Rafi.


Source : inilahdotcom

Eka Kembali Diragukan Tampil Lawan Bontang FC

Bandung - Dokter tim Persib Rafi Ghani belum bisa memastikan peluang Eka Ramdani turun saat "Maung Bandung" menjamu Bontang FC pada lanjutan Liga Super Indonesia 2010/2011, Sabtu (9/4/2011) nanti.

Rafi mengatakan, Eka kembali menderita cedera pada sesi latihan sore di Stadion Siliwangi, Senin (4/42011). Meski cedera yang diderita Eka tidak terlalu parah, hingga saat ini jenderal lapangan tengah itu masih merasakan nyeri di tumit kanannya.

Sebelumnya Eka sudah dinyatakan siap memimpin kembali Persib saat berlaga melawan Bontang FC. Namun, ia kembali cedera saat berbenturan dengan pemain muda Rendi Saputra.

"Eka dilihat hari ini masih nyeri pada tumitnya. Mudah-mudahan cepat pulih, karena pada cederanya tidak terjadi pembengkakan," kata Rafi saat dihubungi, Selasa (5/4/2011).

Untuk memastikan apakah Eka bisa diturunkan atau tidak dilaga kandang melawan Bontang FC, Sabtu mendatang, Rafi akan mengecek kondisi terakhirnya setelah latihan sore ini di Stadion Siliwangi.

"Nanti saya akan lihat lagi kondisi terakhirnya setelah latihan sore ini. Mudah-mudahan saja dia tidak mengalami cedera serius lagi," harap Rafi.


Source : inilahdotcom

Persib vs Bontang Tetap Digelar di Jalak Harupat

Bandung - Laga Persib Bandung melawan Bontang FC, Sabtu (9/4/2011) nanti dipastikan tetap bisa digelar di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, kendati bentrok dengan pertandingan Persikab Kabupaten Bandung yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia.

Sekretaris Panitai Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persib Budi Bram Rachman menyatakan, meski hari laga kedua tim bersamaan, namun waktu pelaksanaannya berbeda. Karena itu, menurut Bram, hal tersebut tidak akan menjadi masalah bagi kedua belah pihak.

Menurut Bram, saat ini tinggal diatur waktu pelaksaannya, yakni diusulkan Persib vs Bontang FC digelar sore hari, sementara Persikab yang akan menjamu Persik Kediri dilaksanakan malam hari.

“Sampai saat ini kendalanya hanya teknis perpindahan (pertandingan) karena beda penyelenggara dan berbeda sponsor,” ujar Bram saat dihubungi, Selasa (5/4/2011).

Untuk mengatur jadwal pertandingan tersebut, kat Bram, pihak Panpel Persib tengah melakukan negosiasi dengan Panpel Persikab. Saat ini, Persib sendiri masih menunggu izin resmi dari Polres Bandung untuk bisa menggelar pertandingan nanti. Bram juga menampik kemungkinan Maung Bandung akan memainkan laga kandangnya di Stadion SIliwangi Bandung.

“Kecil kemungkinannya untuk menggelar pertandingan di Stadion Siliwangi, karena untuk itu dibutuhkan butuh waktu untuk memproses perizinannya,” tandas Bram.

Selain soal izin dari polisi, sambung Bram, pihak Panpel Persib juga telah mengajukan ke PT Liga Indonesia bahwa pada putaran kedua ini, Persib akan bermain di Stadion si Jalak Harupat.

Menyangkut uji coba lapangan baik untuk Persib maupun tim tamu Bontang FC, Bram menyebutkan, hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjut dengan Panpel Persikab agar tidak mengganggu jadwal uji lapangan dan pertandingan tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung tersebut.
“Masalah uji coba lapangan memang belum kami koordinasikan dengan panpel dan manajemen Persikab, tapi segera kami komunikasikan dengan mereka,” tandas Bram.


 Source : inilahdotcom

Daniel Akui Grafik Permainan Persib Naik Turun

Bandung - Pelatih Persib Daniel Roekito mengakui jika grafik permainan Maman Abdurahman dkk naik turun. Jika Persib menghadapi tim lemah, maka performanya akan meningkat. Sebaliknya, jika melawan tim kuat, performa Persib malah menurun.

"Ya saya memang menyadari persoalan itu. Pemain terkadang menganggap enteng ketika berhadapan dengan tim lemah. Sebaliknya kalau lawan tim kuat mereka malah takut duluan," ucap Daniel kepada wartawan, Senin (4/4/2011).

Persoalan tersebut, lanjut Daniel, menjadi alasan kenapa Persib sulit bermain konsisten. Sebab, kata Daniel, mental pemain Persib ini masih labil. "Ya terkadang mereka memang sering menganggap enteng lawan. Tapi melawan Bontang persoalan itu tidak perlu terjadi," tegasnya.

Asisten pelatih Robby Darwis mengatakan, sejak tonggak kepelatihan Maung Bandung dipegang Daniel, banyak perubahan yang terjadi. Saat ini Persib mulai berani memeragakan permainan menyerang.

"Cuma saat bentrok dengan lawan yang seimbang dan setara kekuatannya terkadang mentok. Berbeda dengan melawan tim di bawahnya. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah buat kami," kata Robby.

Menurut hasil pengamatannya selama ini, kata Robby, persoalan itu muncul lantaran kondisi pemain yang diturunkannya tidak 100% sama. Walhasil, ada celah yang bisa diterobos pesaingnya.

"Daya juang pemain terlihat tidak pernah sama. Ada yang full power, tapi ada juga yang tidak. Selalu begitu di setiap pertandingan," bebernya.

Kondisi seperti ini, lanjut Robby, memang baru dialami Persib musim ini. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Robby sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab utama yang memengaruhi timnya saat ini.

"Tapi sepanjang mereka mengetahui permasalahannya dan mau mengubahnya, masih ada kesempatan untuk Persib meraih hasil maksimal. Mudah-mudahan saja pemain mau introspeksi diri," pungkasnya.

Source : inilahdotcom

Daniel Mengeluh Kesulitan Bentuk Karakter Persib

Bandung - Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito mengaku kesulitan membentuk karakter timnya. Padahal seharusnya membentuk karakter sebuah tim itu tidak membutuhkan waktu lama.

"Tetapi saya bingung kok di sini (Persib) sulit sekali membentuk karakter," keluh Daniel kepada wartawan usia sesi latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (4/4/2011) sore.

Padahal, kata Daniel, saat dirinya pertama kali menanggani Persib dan menggelar training centre (TC) di Indramayu, karakter Persib sudah terbentuk. Namun saat pemain lainya yang sebelumnya mengikuti pemusatan latihan bersama timnas bergabung, kondisinya menjadi sulit.

"Saya tidak mengerti kenapa bisa seperti ini, saya gak tahu karakter di sini kok susah dibentuk. Ini persoalan tanggung jawab. Padahal Persib punya nama besar tapi pemainnya kurang percaya diri," tegas Daniel.

Namun, Daniel menjanjikan jika karakter Maung Bandung sudah terbentuk, Persib akan menjadi tim bagus. Pasalnya, secara teknik individu para pemain Persib sangat luar biasa.

"Membentuk karakter secara personel memang gampang, tapi sepak bola itu kan permainan tim yang membutuhkan kerja sama, sehingga karakternya harus dibentuk bersama-sama. Persoalan ini yang membuat Persib tidak konsisten," terangnya.

source : inilahdotcom

Skuad Persib Harus Benahi Mental Masing-masing

Salah satu faktor pemicu kekalahan Persib dari Arema Indonesia 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang adalah mental pemain yang masih buruk.

Bobotoh'' skuad Maung Bandung berharap persoalan mental yang kian terus menghantui Eka Ramdani Cs ini dapat diselesaikan oleh pribadi masing-masing.

"Mental pemain seharusnya pemain sendiri yang berpikir mengatasinya. Karena masalah tersebut merupakan jiwa dari pribadi masing-masing pemain," kata Dirigen Viking Persib Fans Club Yana saat dihubungi, Senin (4/4/2011).

Menurut Yana yang sering memelorotkan celana saat menjadi dirigen jika Persib bertanding ini, pemikiran mandiri tersebut agar para pemain Persib dapat mengerti dan bebas dari keterpurukan selama ini.

"Kalau bobotoh pasti terus menyemangati para pemain Persib yang sedang bertanding baik di lapangan ataupun tidak. Sekarang tinggal bagaimana caranya pemain berpikir agar Persib bisa bangkit kembali," kata Yana.

Yana berharap, para pemain tidak mengecewakan para bobotohnya, ketika pertandingan. Meski sebagian menanti kemenangan Persib, bobotoh juga menunggu permainan maksimal Persib.

"Dalam sepak bola menang atau kalah merupakan hal biasa. Meskipun Persib menelan kekalahan tetapi sudah tampil maksimal, bobotoh juga bisa menerima kenyataan tersebut," pungkas Yana.

source : inilahdotcom

Pelatih Persib Heran Pemain tak Bisa Konsisten

Bandung - Pelatih Persib Bandung Daniel Roekito mengaku heran dengan para pemainnya. Sebab, dalam latihan pemain selalu melakukan instruksi dengan sempurna, namun saat bertanding, instruksi yang diberikan tidak berjalan baik.

Daniel mencontohkan persoalan zona marking. Ketika latihan, peragaan zona marking bisa diterapkan dengan maksimal oleh para pemain. Tetapi saat bertanding, semua seperti buyar.

"Dalam latihan saya menerapkan latihan dasar-dasar taktik. Semangat tim harus selalu dibangun. Saya heran karena dalam latihan mereka mampu menjalankannya dengan baik, tapi saat bermain menjadi beda, saat diserang mereka malah cenderung ketakutan, pemain kurang teguh," tegas Daniel, di Stadion Siliwangi.

Daniel kemudian membeberkan persoalan teknis yang kini tengah dihadapi pasukannya. Menurut Daniel, para pemainnya belum bisa menerapkan strategi yang diinginkannya. Karenanya, Daniel tak bosan-bosan melatih pemainnya agar fasih melakukan transisi, baik itu menyerang ke bertahan atau sebaliknya.

"Persoalan kita saat ini selain zona marking adalah masalah transisi. Setelah diserang dan sesudah menyerang, pemain masih kurang cepat menutup serangan lawan setelah melakukan serangan," beber Daniel.

Daniel memang tak menyebutkan semua pemain seperti itu. Tapi ketika ada satu atau dua pemain yang tidak disiplin menerapkan strategi, maka permainan tim menjadi hancur.

"Contohnya kalau saat diserang satu pemain belakang ada yang mundur, maka yang lain akan mundur. Dan itu akan diikuti pemain di lini tengah. Ini sudah menjadi karakter,dan sudah lama sekali terbentuk. Itu yang membuat permainan Persib tidak konsisten," tuturnya.

source : inilahdotcom

Bobotoh Minta Persib Maksimalkan Laga Kandang

Bandung - Bobotoh berharap Persib dapat memaksimalkan laga putaran kedua di kandang saat menjamu Bontang FC yang rencananya digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu (9/3/2011).

Dirigen Viking Persib Fans Club, Yana, meski sebelumnya Persib harus mengakui ketangguhan Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, saat ini persib harus bisa memanfaatkan laga kandang melawan Bontang FC.

"Jelas laga ini harus dimanfaatkan, jangan sampai laga nanti berakhir seri, apalagi sampai menelan kekalahan," ujar Yana saat dihubungi, Senin (4/4/2011) malam.

Ia mengatakan, selain melawan Bontang FC, pada laga ke depan Persib harus meraih poin penuh agar posisi klasemen di Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 bisa terus diperbaiki.

"Kami harapkan ke depannya Persib dapat meraih kemenangan baik saat laga kandang ataupun laga tandang," kata Yana.

Yana menambahkan, dalam laga kandang ataupun laga tandang, Persib jangan sampai mengecewakan para bobotoh yang sengaja datang menyaksikan laga Persib langsung di stadion.

"Kasihan jika para bobotoh yang sudah jauh-jauh tapi mendapat kekecewaan karena Persib menelan kekalahan," pungkas Yana.

source : inilahdotcom

Pemain Cedera, Persib Harus Lakukan Rotasi

Bandung - Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) pusat Asep Abdul tidak terlalu mengkhawatirkan terancam absennya sejumlah pemain Persib saat menjamu Bontang FC di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/4/2011) mendatang.

Pasalnya, Maung Bandung masih memiliki stok pemain yang kualitasnya tidak dengan pemain intis. Kuncinya, menurut Abdul, tidak bagaimna pelatih memaksimalkan potensi pemainnya. Untuk itu Pelatih Persib Bandung Daniel Rokito harus berani melakukan rotasi pemain sehingga strategi yang diterapkan bisa berjalan maksimal.

"Harus berani rotasi pemain, jangan sampai pemain yang tidak siap bertanding diturunkan sehingga mengganggu konsentrasi pemain lainya," ujar Abdul saat dihubungi, Senin (4/4/2011).

Abdul yakin seluruh pemain Persib mempunyai kualitas yang bagus. Untuk memilih siapa yang harus diturunkan, kata dia, pelatih tinggal melihat kesiapan mental bertanding para pemain. "Mereka sama-sama digaji, makanya yang tidak siap bertanding jangan diturunkan," katanya.

Abdul mencontohkan saat Persib melawan Arema Indonesia, Jumat (1/4/2011) lalu, beberapa pemain yang sebenarnya tidak siap secara mental malah dimainkan. Seharusnya diritasi oleh pemain lain yang lebih siap mental.

"Seperti kiper Markus Haris Maulana yang terlihat tidak siap bertanding, malah diturunkan. Padahal kiper kedua, Cecep Supriatna kelihatan masih bagus untuk diturunkan," pungkasnya.

source : inilahdotcom

Sebagian Pemain Persib Masih Kurang Militan

Bandung - Bobotoh menilai sebagian pemain Persib masih belum memiliki mental kuat. Hal tersebut diungkapkan pentolan Persib Viking Fans Club, Yana Ewok. Kurang maksimalnya mental bertanding tersebut dapat dilihat saat Persib menjamu Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat beberapa waktu lalu.

“Memang tidak semua pemain, hanya sebagian yang memiliki mental bertanding yang kurang,” ujar Yana saat dihubungi, Senin (4/4/2011).

Yana juga menilai bahwa skuad Maung Bandung kurang memiliki mental ‘bertarung’ terutama saat Matsunaga Shohei dkk melakukan laga tandang. “Tentunya sudah menjadi tugas seorang pelatih jugalah untuk memperbaiki mental pemain,” tandasnya.

Sebelumnya pelatih Daniel Roekito telah menyatakan akan menumbuhkan mental pemain Persib secara perlahan. Saat ini, kata Daniel, para pemain masih memiliki sifat manja saat berlatih.

"Pelan-pelan kita akan kembalikan mental pemain nanti saat latihan," ujar Daniel, Minggu (3/4/2011).

Daniel menilai, para pemain Persib masih kaget dengan perubahan pola latihan dan terbiasa manja saat latihan. Sekarang setiap latihan, katanya, pemain selalu mendapatkan pelatihan mental tanggung jawab dan bertarung agar tidak loyo saat bertanding.

"Setiap latihan selalu saya biarkan ketika pemain terjatuh atau berbenturan. Itu dilakukan supaya pemain lebih terbiasa saat bertanding," katanya.

Selain itu, Daniel juga bakal mengubah karakter para pemain agar tidak takut berduel alias lebih garang. "Kalau pemain saat duel kalah dan mentalnya ciut itu kan tidak baik. Sekarang bagaimana ketika pemain saat duel dapat lebih garang lagi," pungkasnya.

Persib dipaksa mengakui ketangguhan tim tuan rumah Arema Indonesia melalui dua gol Noch Alamsyah menit 41 dan 82, pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion Kanjuruhan Kopajen Kabupaten Malang, Jumat (1/4/2011) lalu.

source : inilahdotcom

Eka Berpeluang Pimpin Persib Lawan Bontang FC

Bandung - Playmaker Eka Ramdani dipastikan sudah bisa main saat Persib menjamu Bontang FC pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, Sabtu (9/4/2011).

Menurut dokter tim Persib Rafi Ghani, saat ini kondisi Eka sudah membaik. Hal itu ditunjukkan dengan kesiapan Eka mengikuti latihan game bersama pemain lainnya sore tadi.

"Untuk Eka sudah membaik, dia hanya tinggal pemulihan kondisi fisik saja, setelah lama mengalami cedera. Ya mudah-mudahan saja dia tidak mengalami cedera lagi dalam latihan," jelas Rafi kepada wartawan di sela latihan sore Persib di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (4/4/2011).

Dalam sesi latihan sore tadi, pelatih Persib Daniel Roekito langsung menggelar evaluasi. Ia mengumpulkan seluruh pemain untuk berdiskusi. Setelah itu, para pemain dibagi menjadi dua tim memakai rompi hijau dan nonrompi untuk menggelar game internal.

Saat sesi latihan berlangsung, Daniel mengamati dengan seksama para pemainnya. Bahkan, tak segan pelatih asal Rembang ini mengentikan permainan, ketika ada pemain yang melakukan kesalahan.
Eka Ramdani sempat kembali mengalami cedera saat berbenturan dengan Rendy Saputra. Begitu Eka cedera, latihan game internal pun dihentikan. Eka sempat dikerubuti pemain untuk memastikan kondisi cederanya. Beruntung, cedera yang diderita Eka tidak terlalu parah.

source : inilahdotcom

Kualitas Persib Bisa Bersaing di Tingkat Asia

Bandung - Dengan adanya kompetisi Piala Indonesia, Persib yang menjadi salah satu dari 8 tim unggulan mendapat kesempatan untuk tampil di ajang AFC Cup. Pasalnya, saat ini dihuni oleh pemain berkualitas yang bisa bersaing di ajang Piala Indonesia.

Menurut mantan pemain Persib Dede Iskandar, Persib memiliki peluang besar menjuarai ajang Piala Indonesia. Sehingga, dengan menjuarai Piala Indonesia, Persib bisa mengikuti ajang AFC Cup.

Di tingkat Asia pun, lanjut Dede, pemain Persib tak kalah dengan skuad klub Asia yang sudah sarat pengalaman. “Meski klub-klub di Asia lainnya memiliki pemain yang berpengalaman di liga-liga Eropa, mereka sudah berumur,” tutur Dede saat dihubungi, Senin (4/4/2011).

Dede menyebutkan, dengan usia para pemain Persib yang masih muda, mereka dapat mengimbangi permainan klub-klub besar Asia. Menurutnya, salah satu pemain yang dapat diandalkan Persib adalah penyerang asal Jepang, Matsunaga Shohei yang masih berusia 22 tahun, namun memiliki kualitas mumpuni.

“Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, jelas Persib pantas tampil di ajang Asia,” ujar Dede.

source : inilahdotcom

Laga Persib Terancam Dipindah ke Siliwangi

Bandung - Laga Persib Bandung menjamu Bontang FC Sabtu (9/3/2011) nanti yang sejatinya akan digelar di Stadion si Jalak Harupat terancam batal digelar. Pasalnya, di hari yang sama stadion milik Pemkab Bandung itu juga digunakan Persikab Kabupaten Bandung yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia (LI).
Persikab dijadwalkan melawan Persik Kediri yang digelar pada sore hari. Sementara jadwal laga Persib kontra Bontang FC sebelumnya dijadwalkan pada malam hari. Jika tak digelar di Stadion si Jalak Harupat, bisa saja laga tersebut dipindahkan ke Stadion Siliwangi Bandung.

Namun, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengatakan, untuk memindahkan pertandingan dari Stadion si Jalak Harupat ke Stadion Siliwangi, harus memberitahukan dulu kepada PT Liga Indonesia (LI) paling lambat sepekan sebelumnya.

"Untuk memindahkan ke Stadion Siliwangi, saya rasa sudah sulit, karena sesuai peraturan soal rencana pemindahan harus diberitahukan kepada PT Liga, satu minggu sebelum pertandingan. Sedangkan pertandingan tinggal 5 hari lagi," kata Umuh di sela sesi latihan Persib di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (4/4/2011).

Untuk menyiasatinya, kata Umuh, pihaknya akan melakukan negosiasi dengan pengurus Persikab. Persib berkeinginan memindahkan jadwal pertandingan dari malam menjadi sore hari. Dengan alasan penonton, jika laga tetap dilakukan malam hari menunggu laga Persikap usai, Persib tak memiliki waktu untuk memasang e-board, dan perlengkapan lainnya.

"Kalau bisa seperti itu, saya rasa lebih baik. Besok kami akan mengajukan kepada PT Liga. Mudah-mudahan bisa, karena pihak Persikab sudah tidak ada masalah, mereka siap mau main malam atau sore," terang umuh.

Sekretaris Panpel Persib Budi Bram Rachman juga membenarkan soal rencana penggeseran waktu pertandingan tersebut. Pihaknya akan melakukan pembicaraan lebih dulu dengan pihak pengelola Stadion si Jalak Harupat dan manajemen Persikab.
"Kami bisa saja menggelar pertandingan di Jalak Harupat, tapi nanti dibicarakan dulu," ujar Bram di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (4/4/2011).

source : inilahdotcom

Persib Terlalu Terbuai Prestasi Terdahulu

Bandung - Bobotoh Persib menilai para pemain Persib saat ini terlalu terbuai dengan prestasi yang didapatkan oleh Maung Bandung di masa awal bergulirnya Liga Indonesia.

“Satu-satunya jalan agar tidak mendapat komentar yang ‘miring’ adalah Persib harus membuktikan bahwa mereka mampu meraih kemenangan,” tutur pentolan Persib Viking Fans Club, Yana Ewok saat dihubungi, Senin (4/4/2011) malam.

Oleh karena itu Yana berharap, para pemain Persib dapat lebih berkonsentrasi dan profesional untuk dapat meraih kemenangan. Yana juga menilai, tim Maung Bandung membutuhkan sosok Eka Ramdani yang mampu memimpin tim.

“Pak Daniel sendiri yang pernah bilang bahwa Persib butuh sosok pemimpin orang Bandung,” ujar Yana.

Menurutnya, selama ini keberadaan Eka cukup memengaruhi permainan Persib. Misalkan saja Cristian Gonzales yang mampu mencetak gol saat sang kapten tim bermain. Ia berharap kepemimpinan Eka dapat mengangkat mental bertanding rekan-rekan satu timnya tersebut.

source : inilahdotcom

Pertandingan Sebelumnya : PERSIB 3-0 Bontang FC, Pertandingan Selanjutnya : PERSIB Vs PSPS,18 april 2011, 15.30 WIB, Live @antv "Jangan Lupa, Do'a-kan juga !!! supaya MENANG....

Sponsored !